Bandung, 19 April 2026. Menteri Kebudayaan (Menbud) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. membuka dialog dengan para sesepuh, budayawan, dan komunitas budaya Jawa Barat di Bandung, Dalam pertemuan itu, ia menekankan bahwa urusan memajukan kebudayaan tidak bisa dikerjakan pemerintah sendirian.
Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan harus dipakai bersama sebagai alat untuk mendorong kerja kebudayaan. “Kementerian Kebudayaan adalah alat. Instrumen ini harus dimanfaatkan bersama untuk mendorong pemajuan kebudayaan,” ujarnya dalam rangkaian peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika.

Ia juga menegaskan keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan program kebudayaan. Menurut Menbud, kerja pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya tetap berjalan. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong kerja sama yang lebih luas, termasuk dengan swasta dan filantropi, terutama untuk pengelolaan museum dan cagar budaya.

Dalam forum itu, Fadli Zon juga memperkenalkan program Dana Indonesia Raya (DIRA). Skema pendanaan ini disebut dibuat lebih sederhana agar lebih mudah diakses komunitas, individu, dan lembaga budaya. Jumlah penerima manfaatnya juga disebut diperluas.
Selain soal pendanaan, pemerintah juga mendorong revitalisasi museum, keraton, dan situs budaya. Tujuannya agar ruang-ruang budaya tidak hanya menjadi tempat menyimpan warisan masa lalu, tetapi juga menjadi ruang belajar dan punya nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Ketua DPW Persatuan Pencak Silat Indonesia (P.P.S.I), H. Dadang Hermansyah, SE., Ak., M.M., CA., CLA., menekankan keterlibatan Kementerian Kebudayaan dalam memastikan hadirnya konsep pariwisata berbasis budaya yang inklusif merupakan hal yang krusial. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuka partisipasi masyarakat lokal sekaligus menjaga identitas budaya di tengah pembangunan kawasan. Dadang juga menyoroti pentingnya pelestarian pencak silat sebagai bagian dari tradisi dan identitas budaya bangsa, serta menjelaskan peran PPSI dalam menjaga akar tradisi pencak silat.

Dalam kesempatan ini, Deden Dinar Mukti, Sekertaris Umum DPW P.P.S.I Jawa Barat berkesempatan memberikan cendramata iket khas sunda (barangbang semplak) dan pangsi silat (pangsi) dan berkas rencana program kerja DPW P.P.S.I Jawa Barat kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.
Pinisepuh Majelis Masyarakat Sunda Eni Sumarni menyoroti pentingnya pendidikan karakter yang bertumpu pada nilai budaya. Ia mengusulkan nilai-nilai yang hidup dalam tradisi Sunda bisa dikembangkan menjadi program strategis nasional.
Sementara itu, maestro teater Iman Soleh meminta perhatian lebih besar pada usulan penghargaan bagi tokoh budaya Jawa Barat. Ia juga menekankan pentingnya melengkapi dan memperkuat Objek Pemajuan Kebudayaan di Jawa Barat.

Melalui dialog ini, Kementerian Kebudayaan membuka ruang untuk menyerap aspirasi komunitas. Di sisi lain, para pegiat budaya menitipkan pesan kalau kebudayaan perlu dikerjakan bersama dan dijaga lewat langkah yang nyata.
Salam P.P.S.I., Budi – Bakti – Sakti., P.P.S.I., Digjaya !!
Bidang Digital Sosial Media Planer DPW P.P.S.I Jawa Barat || #CS979 #ivan