Depok. 14 Juni 2026 – Upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal terus digalakkan melalui sinergi antara komunitas seni dan pemerintah. Salah satunya ditunjukkan oleh Perguruan Mustika Soya (MS) Beji Depok yang tampil memeriahkan kegiatan Open Space Car Free Day Margonda di halaman Kantor Wali Kota Depok.
Kegiatan yang mendapat perhatian besar dari masyarakat tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan dalam mengenalkan kembali nilai-nilai budaya bangsa, khususnya pencak silat, kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya asing dan perkembangan teknologi digital. Ketua Mustika Soya Beji Depok, Bang Ami, mengatakan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi merupakan warisan budaya luhur yang mengandung nilai disiplin, sopan santun, persaudaraan, serta pembentukan karakter anak bangsa.
“Di era digital saat ini, banyak generasi muda yang mulai terpengaruh budaya luar dan terlalu bergantung pada permainan daring. Karena itu, budaya pencak silat harus terus diperkenalkan agar menjadi pondasi karakter bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Guru : H. Lukman & Sarjuni ( Ki Jujun)-pendiri sekaligus Guru Besar Mustika Soya, Ki Jujun (Sarjuni), dan pembina yang akrab disapa bang Budi pare, mengatakan hal yang sama yaitu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan seluruh kekayaan seni budaya Indonesia, mulai dari pencak silat, seni tari, seni musik, hingga berbagai kesenian daerah lainnya.
Menurutnya, pengenalan budaya kepada generasi muda menjadi langkah penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta mempererat tali silaturahmi antarperguruan dan paguyuban seni, khususnya di wilayah Depok dan sekitarnya. Dalam penampilan tersebut, para siswa dan pelajar dari Perguruan Mustika Soya mempersembahkan berbagai atraksi, mulai dari seni tunggal (perorangan) hingga seni ganda (berpasangan) yang memadukan keindahan gerakan silat dengan alunan musik tradisional.
Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian para pengunjung Car Free Day karena menyuguhkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan pendidikan budaya.

“Pencak silat adalah warisan leluhur yang harus terus hidup di tengah masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap semakin banyak anak muda, pelajar, hingga masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari dan melestarikannya,” tambah Bang Ami. Ia menegaskan, pertunjukan pencak silat yang dipadukan dengan musik tradisional merupakan tuntunan sekaligus tontonan. Selain menampilkan keindahan seni, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Dengan adanya kemitraan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah melalui penyediaan ruang publik seperti Car Free Day, diharapkan pencak silat sebagai identitas budaya Nusantara dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Sumber Berita : nasionalnewschannel.com
Salam P.P.S.I., Budi – Bakti – Sakti.
Bidang Digital Sosial Media Planer DPW P.P.S.I Jawa Barat || #CS979